December 30, 2012

Repository BlankOn

December 29, 2012

Repository BlankOn

Iso DVD repository BlankOn rote yang dibawa pulang dari Bogor pas acara BlanKopdar2012 bulan September kemarin masih tersimpan rapi dalam laptop, total AMD64 + I386 sebesar 130Gb. Bulan lalu ada permintaan dari teman yang berdomisili di Takengon (Aceh Tengah) dan teman tersebut membawa HDD Externalnya jadi prosesnya bisa langsung dieksekusi. Untuk kali ini masalahnya berbeda, karena teman yang satu ini tidak punya HDD External jadi harus dilakukan burning ke DVD. Untuk pertama kali iso repo ini harus di burning berhubung ada permintaan dari teman yang berdomisili di Abdya (Aceh Barat Daya).

Saat pemintaan itu diajukan, sempat bingung mengingat saya menggunakan netbook tanpa DVD Drive internal maupun external. Permintaan itu tetap saya sanggupi demi memberi kemudahan bagi daerah yang punya minat untuk belajar BlankOn linux daerah yang masuk dalam kategori minim akses internet.

Deadline tinggal sehari lagi, besok tepat hari minggu yang bersangkutan akan mengunjungi B. Aceh dalam hal  keperluan pribadi sekalian mengambil DVD Repository BlankOn. Harus memikirkan solusi untuk memburning iso repo, tak tau harus minta bantuan ke siapa untuk sekedar memburningnya berhubung ditempat saya tidak ada fasilitas, dari beberapa pilihan yang saya pikirkan dan pilihan yang tepat meminta bantu kepada adek untuk memburningnya. Kini bisa lega rasanya setelah disanggupi sama adek dan sekarang lagi dalam proses burning oleh adek.

Ini ceritaku, mana ceritamu ?

Antara Usaha dan Hobi

Hidup penuh dengan pilihan, pilihan untuk maju/berkembang, pilihan bertaqwa, pilihan belajar/mengasah kemampuan dan masih banyak lagi pilihan yang harus dipilih dan dijalani dalam hidup ini.

Layaknya seorang khalifah bagi diri sendiri hidup ini harus terus ditempah untuk hidup yang lebih baik dan maju kedepannya. Sebagai kepala keluarga harus betul-betul mengerti dalam hal memilih pilihan yang tepat untuk diri sendiri dan kebaikan bagi yang menjadi harus dibimbing. 

Menjadi pengusaha adalah pilihan yang tepat bagi saya pribadi, pengusaha yang berdiri dari titik nol dimana semua harus saya bangun dari dasar dengan beberapa kepercayaan orang-orang yang ada dalam kehidupan saya. Saat ini saya menjalani hidup sebagai pegusaha pedagang sepatu ini saya awali dari modal patungan beberapa orang (tidak termasuk saya karena saya punya modal nol), orang yang mencintai saya dan menginginkan saya untuk maju sehingga menaruh harapan besar agar saya bisa maju melalu jalur pedagang. Lama terpendam keingin menjadi pengusaha, hampir setahun ini baru bisa saya wujudkan.

Setelah menjalani berbagai profesi dari kuli bangunan, penambang tanah timbun, penambang pasir, penjaga toko sampai menjadi pelayan di warung makan. Banyak hal bisa dijadikan pelajaran dari pengalaman lintas profesi. Kini berdiri sendiri dengan kepercayaan modal (walau kecil) dari orang-orang yang mencintai saya yang patut saya sanjung dengan bantuan mereka saya bisa mewujudkan impian saya, namun sanjung yang lebih tinggi hanya kepada Allah S.W.T yang maha besar anugerah dari-Nya saya bisa berdiri sekarang.  

Hidup yang sudah ditempah dari kecil untuk selalu kuat menjalani hidup menjadi sumber kekuatan yang selalu bisa menguatkan disetiap menapaki kehidupan. Masa kecil menyukai barang-barang elektronik walau hanya punya radio butut yang bisa selalu dirusakin. Punya impian masuk SMK Elektro harus pupus dengan ketiadaan biaya. Beranjak dewasa hobi itu beralih ke dunia komputer.

Kembali ke masalah usaha, sebagai pedagang sepatu kecil banyak hal sukar dan ceria didapatkan. Sukar disaat pembeli lagi sepi harus memikirkan setoran untuk para pemasok sepatu dan ceria saat bisa menyetor setoran ke pemasok sepatu. Sebenarnya adahal yang lebih besar dibalik semua itu, besarnya kesabaran yang harus diperbanyak serta terjalnya perjuangan yang harus dilalui dengan kesabaran penuh. Namanya juga hidup, hidup butuh pengorbanan dan perjuangan :) .

Hobi didunia komputer dalam hal GNU/Linux, hobi ini selalu ada disela-sela aktivitas berdagang. Hobi yang harus betul-betul diperankan dengan pilihan yang betul-betul tepat sebagai batu loncatan dalam hal dunia Informasi Teknologi sebagai wawasan dan pengetahuan serta kecakapan untuk terus bisa berguna bagi perkembangan IT di tanah air. Punya segudang impian di dunia IT yang mungkin kini belum bisa di genggam, pembelajaran harus tetap ada dan berlanjut tak boleh putus di persimpangan jalan. 

Hobi bisa mendatangkan kesenangan tersendiri, bisa membuat hidup bahagia. Pilhan untuk maju tidak boleh di satu bidang, paling tidak ada dua bidang pilihan yang harus tetap diwujudkan. Semangat untuk berkembang dan maju harus tetap berkobar tidak boleh redup sedikitpun.

Mungkin saat ini baru sanggup menjadi pedagang kecil, insyaAllah harapan kedepan bisa menjadi pengusaha di berbagai bidang (harapan itu masih tetap ada).


Terima kasih untuk orang-orang tersayang yang mempercayai saya untuk tetap maju. Terkhusus untuk adik yang tersayang, jadilah selalu yang terbaik karena dirimu adalah api semangat terbesar dalam hidup saya. Impian membuat dirimu menjadi orang berpendidikan hampir terwujud, kini impian itu hampir berada di puncak. Tetaplah semangat karena bola api itu ada dalam genggaman tanganmu.


B. Aceh, 29 Desember 2012
Mahyuddin Idram Ahmad  


Solusi Mount Partisi di.BlankOn.in

PolicyKit

Bagi pengguna BlankOn rote sudah tak asing lagi dengan tampilan gambar diatas, muncul saat melakukan mount partisi/drive. Setiap melakukan mounting (mengaitkan) partisi selalu diminta untuk melakukan pengisian password user. Emm... kadang bagi sebagian user ini bisa merasa terganggu dengan permintaan pengisian password setiap melakukan mounting melalu nautilus.

Untuk mengakalinya, bisa dilakukan dengan cara seperti dibawah ini :
  • Buat group mounter dengan perintah :
sudo addgroup mounter
  • Tambahkan user (akun anda) kedalam group mounter, sebagai contoh :
sudo adduser dotovr mounter
  • Buat script baru :
gksudo gedit /var/lib/polkit-1/localauthority/10-vendor.d/com.manokwari.desktop.pkla

         Isi dengan script berikut :

[Mounting, checking, etc. of internal drives]
Identity=unix-group:admin;unix-group:sudo;unix-user:*;
Action=org.freedesktop.udisks.filesystem-*;org.freedesktop.udisks.drive-ata-smart*
ResultActive=yes

  • Simpan dan keluar, buka nautilus coba lakukan mounting partisi

Semoga bisa membantu

December 27, 2012

Perjalanan Belajar GNU/Linux

Semua butuh perjuangan disertai proses yang panjang....

Kini tepat tanggalnya 27 Desember 2 tahun silam (2010), awal mula saya memutuskan menggunakan Linux seperti pernah terurai singkat di postingan sebelumnya Sekilas Coretan. Jalan ini saya dengan keinginan yang kuat untuk merdeka (dalam hal software), perjalanan yang mahal (bagi saya) mengingat belajar Linux tanpa ada komputer. Apa yang terpikir saat itu hanyalah ingin belajar walau tanpa fasilitas.

Mengenang dimana perjalanan itu saya geluti dengan niat yang kuat untuk bisa, ingin bisa seperti orang yang punya fasilitas komputer, ingin bisa layaknya seperti orang yang punya pendidikan tinggi. Emm... walau semua terlihat aneh, namun tak juga bisa meredupkan keinginan saya untuk bisa.

Diawali dengan keseringan berselancar didunia maya melalui warnet, seringnya mencari tau informasi terkini tentang perkembangan perangkat lunak komputer tak jarang membaca tentang perkembangan Linux juga hanya sekedar menambah pengetahuan biar tak terlihat bodoh.

Menghabiskan waktu 2 jam dalam semalam terkadang bisa sampai 4 jam bahkan lebih dengan biaya sewa jasa warnat Rp. 4.000/Jam. Tak pernah saya bayangkankan berapa biaya warnet bisa saya habiskan dalam sebulan karena tidak pernah saya hitung. Perjalanan dimulai dengan modal sebuah pendrive ukuran 4gb, yang didalamnya sudah ada Virtualbox under Windows serta iso Linux. Jika teringat untuk mencoba 1 distro Linux malam ini saya unduh dan malam besoknya saya coba melalui Virtualbox.

Tak banyak distro Linux yang saya coba kala itu, mengingat keterbatasan waktu. Mengawali dengan beberapa distro besar seperti Ubuntu, Fedora, Slackware dan Debian, ini berjalan hingga 5 bulan. Pada akhirnya harus memutuskan diantara 4 distro tersebut salah satu harus dijadikan pilihan untuk dipelajari lebih lanjut dan pilihan jatuh pada Debian. Belajar dari banyak tutorial yang bertebaran dalam ruas-ruas dunia maya baik dalam bentuk tulisan dan terkadang dalam bentuk video. 

Gerilya kewarnet-warnet ini berlangsung selama 9 bulan, dalam kurun waktu tersebut saya pergunakan untuk belajar belajar dan belajar. Tak jarang juga pusing tak tau harus bagaimana mempelajarinya. Sempat juga  berhenti selama 1 bulan, menenangkan diri mencari ide-ide lain untuk terus belajar tanpa menghabis jam-jam malam di warnet yang terasa bising dengan suara para maniak game.

Hingga akhirnya solusi yang terpikirkan untuk memiliki laptop, emm... perjalanan dilanjutkan dengan kredit laptop. Alhasil pembelajaran dilanjutkan hingga mengambil kesimpulan mendalami Linux dengan cara memberanikan diri bergabung dengan Proyek BlankOn.

Dalam bulan Desember bagi orang Aceh mungkin punya 2 agenda besar, tanggal 26-Desember menjadi hari mengenang dimana peristiwa maha dahsyat yang tercatat dalam sejarah dunia peristiwa gempa dan tsunami (Ie Beuna), serta tanggal 27-Desember menjadi hari untuk mengenang Haul Sulthan Iskandar Muda yang tercatat dalam sejarah dunia membawa Aceh kepuncak kegemilangannya, dan tanggal 27-Desember bagi saya pribadi juga harus mencatat untuk mengenang perjalanan serta perjuangan awal mempelajari Operating System GNU/Linux.



Banda Aceh, 27 Desember 2012
Mahyuddin Idram Ahmad

Diantara beberapa pilihan



Belum ada bahasa pemrograman yang saya kuasai sampai sekarang, jadi hampa terasa
diantara beberapa pilihan menjadi pusing

  • Python/Django
  • HTML5/CSS3/jQuery
  • NodeJS
  • Perl
  • Ruby
  • ???


December 26, 2012

Sync Jam Hardware dan System di BlankOn/Debian



Tutorial singkat untuk melakukan setting jam agar sesuai antara jam di bios (hardware) dan jam di system (BlankOn/Debian)


sudo su
hwclock -w --localtime


Keterangan :
-w          : Mengatur jam bios berdasarkan dari jam system

--localtime : Jam system



Catat jam system dan reboot system BlankOn/Debian dan masuk bios coba lihat jamnya sudah sesuai dengan jam system (yang di catat tadi).


Keterangan lebih lanjut bisa melihatnya dari :
  • man hwclock
  • hwclock -h

Older Posts Home